Dampak Kegiatan Lintas Batas dan Orkestrasi Sumber Daya dalam Meningkatkan Kinerja Kantor Cabang Bank Milik Negara Indonesia


Cabang bank milik negara menjadi kunci utama untuk keberhasilan dan efisiensi operasional. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tanggung jawab untuk menjalankan strategi kantor pusat guna meraih laba, melaksanakan program dan kewajiban publik, menjaga kelangsungan hidup, melayani nasabah, dan. mengelola karyawan. 

Resume artikel ini berisi 2 poin:

1. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh aktivitas lintas batas dan orkestrasi sumber daya manajer cabang terhadap kinerja kantor cabang dalam dinamika ketidakpastian lingkungan dan konflik tujuan. Studi ini mengevaluasi dampak ketidakpastian lingkungan yang dirasakan dan konflik tujuan intra-individu yang dialami oleh manajer cabang SOB pada aktivitas lintas batas dan orkestrasi sumber daya yang mereka lakukan untuk meningkatkan kinerja kantor cabang mereka. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengonfirmasi temuan-temuan penelitian sebelumnya, tetapi juga untuk memberikan hal baru bagi penelitian tentang dampak langsung konflik tujuan intra-individu terhadap aktivitas melintasi batas dan orkestrasi sumber daya, serta dampak langsung aktivitas melintasi batas terhadap orkestrasi sumber daya.

2. Penelitian ini menggunakan pemodelan persamaan struktural pada salah satu bank milik negara terkemuka di Indonesia, dengan 201 kantor cabang sebagai unit analisis, dan 186 manajer cabang sebagai responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas lintas batas memiliki hubungan positif dan signifikan dengan orkestrasi sumber daya. 

Sementara itu, aktivitas lintas batas dan orkestrasi sumber daya sama-sama memengaruhi kinerja kantor cabang. Namun, pengaruhnya sangat bervariasi, tergantung pada ketidakpastian lingkungan dan konflik tujuan yang dialami oleh manajer cabang. dapat disimpulkan empat temuan sebagai berikut:

 1) ketidakpastian lingkungan yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas boundary spanning dan resource orchestration yang dilakukan responden (semakin tinggi ketidakpastian lingkungan yang dirasakan, maka aktivitas boundary spanning dan resource orchestration akan semakin tinggi). 

2) konflik tujuan intra-individu yang dialami responden tidak berpengaruh negatif, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap boundary spanning activities (semakin tinggi konflik tujuan intra-individu, maka aktivitas boundary spanning akan semakin tinggi), tetapi tidak berpengaruh terhadap resource orchestration.

3) aktivitas boundary spanning berpengaruh positif dan signifikan terhadap resource orchestration (semakin tinggi aktivitas boundary spanning, maka orkestrasi sumber daya akan semakin tinggi)

4) orkestrasi sumber daya yang dilakukan responden berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kantor cabang (semakin tinggi orkestrasi sumber daya, maka kinerja kantor cabang akan semakin baik).

Tugas PKKMB : Intan Maharani Suharno

Komentar